ayat : 2 Kor 4:1-7
Sama seperti Tuhan menciptakan terang pada saat penciptaan,
di ayat ini Tuhan menciptakan terang di dalam diri kita melalui Roh Kudus yang
menerangi hati kita dan membimbing kita kea rah pertumbuhan untuk menjadi
serupa dengan Kristus. Paulus mengatakan bahwa kita ini seperti bejana tanah
liat yang mudah pecah, rapuh, tidak sempurna, tetapi Roh Kudus hadir dan
bekerja di dalam diri kita yang rapuh ini. Diri kita ini seperti monumen yang
tertulis “dalam tubuh yang fana ini, Allah yang benar sedang berkarya.”
Kelemahan kita adalah
pemberian Allah. Kita adalah bejana tanah liat milik Allah, dibuat oleh
Tuhan sebagaimana kita adanya. Di bagian-bagian lemah kita, Allah bekerja
dengan kuat. Dalam kelemahan kita, kita mempunyai kesempatan untuk memancarkan
terang Allah semakin terang dari dalam diri kita.
Kita tidak harus berpura-pura sempurna. Jadi berhentilah
untuk mencoba jadi sempurna. Jadilah diri sendiri, manusia dengan segala
kelemahannya untuk memancarkan sinar kemulian Allah. Kita harus jujur dan tidak
berpura-pura dalam kehidupan bersama sesame orang percaya yang lain. Jika
saudara terluka katakana bahwa saudara terluka, jika saudara marah, akui itu,
jika saudara mengasihi, tunjukkan, jika salah, akui kesalahn itu. Jika saudara
mempunyai kebutuhan, sampaikan.
Saudara unik diciptakan oleh Tuhan dengan segala kekuatan
dan kelemahan saudara. Biarkan Allah bekerja di tengah kelemahan saudara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar