Sukacita itu bukan sekedar sebuah anjuran atau
ijakan tetapi perintah.
Demikian pula dengan perintah untuk bersukacita.
Ada beberapa alasan yang
dapat kita ternukan mengapa Allah menghendaki
kita bersukacita.
Sukacita adalah ciri dan seorang yang hidup dalam
persekutuan yang indah
dengan Allah. Jadi sukacita kita tidak boleh
berhenti hanya sampai di pintu pagar
gereja kala kita pulang kebaktian karena setiap
saat kita memiliki persekutuan
dengan Tuhan. Sukacita adalah ciri orang benar.
Hidup menurut FirmanNya
adalah hidup dalam kebenaranNya.
Sukacita syarat ibadah dan pujian yang benar,
sikap hati harus senantiasa berkenan
kepada Allah. Jadi waktu kita menyanyi,
menyanyilah pujian dengan sikap hati
yang benar. Sukacita juga merupakan syarat ucapan
syukur yang benar. Alkitab
mengatakan kita harus mengucap syukur senantiasa
dalam segala hal. Bagaimana
ucapan syukur kita berkenan dihadapan Tuhan,
yaitu kalau kita mengucap syukur
dengari hati hersukacita. Dan dalam ucapan syukur
itu ada kuasa.
Sukacita adalah ciri dan seorang yang
mengandalkan Tuhan dan
mempercayaiNya. Kalau Tuhan menghendaki kita
bersukacita tentu ada alasan,
ada modal atau kemungkinan untuk itu. Allah kita
adalah Allah yang besar.
Dukacita karena masalah-masalah adalah bahasa
orang yang tidak percaya Tuhan.
(Maz 37:3-4) Percayalah kepada TUHAN dan
lakukanlah yang baik, diamlah di
negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah
karemi TUHAN; maka la akan
memberikan kepadamu apa yang diingĂnkan hatimu,.
Jadi, tetaplah bersukacita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar